Published : 14 October 2025

Ungaran, 14 Oktober 2025 - Perteguh Komitmen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ngudi Waluyo kembali menggelar Bimbingan Klinik Penyusunan Dan Pendampingan Proposal Penelitian Program Hibah DPPM Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan pembekalan bagi para dosen dengan panduan teknis dalam menyusun proposal pengabdian masyarakat yang kompetitif. Digelar di Ruang E.1.1. Gedung H.M. Iskak Soepardi UNW pada hari Selasa (14/10) dan menghadirkan Prof. Dr. Kristoko Dwi Hartomo. M.Kom., sebagai narasumber utama.
Melalui kegiatan ini, LPPM terus berupaya memperkuat budaya riset di lingkungan kampus dengan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UNW di tingkat nasional. Para dosen diarahkan untuk membenahi kesalahan substantif dalam proposal, mempertajam metodologi penelitian, serta mensinkronisasi luaran dengan skema hibah yang diajukan. LPPM juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal seluruh peneliti UNW agar capaian penelitian semakin meningkat.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UNW, Dr. Ns. Priyanto, M.Kep., Sp.Kep.MB., menyampaikan bahwa proposal yang disusun para dosen merupakan bentuk komitmen nyata dalam mengembangkan budaya meneliti di perguruan tinggi. “Penelitian merupakan jantung perguruan tinggi, sementara hibah internal adalah upaya menyongsong UNW memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, hibah DPPM ini menjadi indikator penting kredibilitas universitas di tingkat nasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan relevansi penelitian perlu terus diupayakan, tidak hanya dari sisi kuantitas. Menururtnya, setiap proposal diharapkan memiliki orisinalitas, inovasi, serta kesesuaian dengan roadmap penelitian kampus dan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) maupun Prioritas Riset Nasional (PRN).
![]() |
![]() |
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Kristoko Dwi Hartomo. M.Kom. Dalam penjelasannya beliau menyampaikan terkait strategi lolos hibah riset DPPM dari sudut pandang reviewer, skema penelitian DPPM 2026, strategi lolos seleksi administrasi dan substansi, best practice, hingga diskusi interaktif dengan peserta. Bimbingan klinik ini diharapkan dapat menjadi pijakan penting dalam memperkuat reputasi Universitas Ngudi Waluyo di kancah perguruan tinggi nasional, sekaligus meningkatkan capaian target universitas secara signifikan.
